Sistem Informasi Penelusuran Perkara
MAHKAMAH SYAR'IYAH BANDA ACEH
INFORMASI DETAIL PERKARA



Nomor Perkara Penuntut Umum Terdakwa Status Perkara
25/JN/2026/MS.Bna 1.ALFIAN,S.H.
2.INDRIANI RACHMAN, S.H.
RIDWAN Bin (Alm) HAMDAN Persidangan
Tanggal Pendaftaran Senin, 11 Mei 2026
Klasifikasi Perkara Pemerkosaan
Nomor Perkara 25/JN/2026/MS.Bna
Tanggal Surat Pelimpahan Senin, 04 Mei 2026
Nomor Surat Pelimpahan B-1716/L.1.10/Eku.2/05/2026
Penuntut Umum
NoNama
1ALFIAN,S.H.
2INDRIANI RACHMAN, S.H.
Terdakwa
NoNama
1RIDWAN Bin (Alm) HAMDAN
Advokat
Dakwaan

Primair

--------- Bahwa terdakwa Ridwan Bin Hamdan pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi dalam bulan November tahun 2025 atau setidak tidak pada tahun 2025 bertempat di rumah yang beralamat di Dusun Belimbing Gampong Pie Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh , maka Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh berwenang mengadili, “yang dengan sengaja melakukan pemerkosaan terhadap anak korban Aisyah Aqilah Yahya yang masih berumur 10 tahun (sesuai Kartu Keluarga No 1171032002084580). Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut  :

Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat kembali pada tahun 2024 anak korban Aisyah Aqilah Yahya datang kerumah terdakwa Ridwan Bin Hamdan yang beralamatkan Dusun Belimbing Gampong Pie Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, untuk bermain dengan sdri.Qifa yang merupakan anak terdakwa, sesampai dirumah terdakwa,  anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. Qifa tidak berada dirumah dan terdakwa muncul dari ruang tamu rumahnya dan langsung menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya berusaha untuk menghindar namun terdakwa menahan tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya serta menariknya kekamar tidur sdri. Keisya yang merupakan anak terdakwa. Pada saat didalam kamar tersebut terdakwa membuka baju dan celana yang dipakai anak korban Aisyah Aqilah Yahya kemudian terdakwa mencium bibir dan pipi anak korban Aisyah Aqilah Yahya sambil terdakwa membuka baju dan celana yang dipakai terdakwa, kemudian terdakwa menggendong anak korban Aisyah Aqilah Yahya kearah tempat tidur, pada saat anak korban Aisyah Aqilah Yahya berada diatas tempat tidur , terdakwa menyuruh anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk memegang burungnya (kemaluan), akan tetapi anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak mau dan terdakwa mengatakan “Ya, sudah tidak apa apa”. Selanjutnya terdakwa kembali memeluk dan mencium anak korban Aisyah Aqilah Yahya sambil terdakwa menggesek gesek diatas kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Kemudian terdakwa mengambil handphone milik terdakwa dan mengambil photo kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Setelah terdakwa mengambil photo kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan memperlihatkan photo tersebut kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan membuat anak korban Aisyah Aqilah Yahya takut sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya memakai baju dan celananya dan kemudian pergi dari rumah terdakwa.

Bahwa Pada hari, tanggal, bulan, yang tidak diingat lagi pada tahun 2025 pada pukul 17.00 wib anak korban Aisyah Aqilah Yahya bermain kerumah teman sdri. QIFA. Pada saat itu anak korban Aisyah Aqilah Yahya bermain dikamarnya sdri. QIFA. Pada saat semuanya sedang bermain HP, terdakwa memanggil anak korban Aisyah Aqilah Yahya dengan mengatakan “sini bentar” kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan “gak mau”. Kmeudian terdakwa kembali memanggil anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan kepada sdri. QIFA “kawanin bentar,saya dipanggil ayah kamu”, kemudian sdri. QIFA memenemani anak korban Aisyah Aqilah Yahya ke belakang. Sesampainya dibelakang terdakwa mengatakan kepada sdri. QIFA dengan perkataan “Qifa kamu sana dulu” selanjutnya sdri. QIFA berjalan menuju ke kamarnya. Kemudian terdakwa menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk dekat dengan terdakwa. Kemudian terdakwa mengatakan kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya dengan perkataan “nanti hari Minggu kita Ngentot lagi ya” sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab ”Gak mau” dan terdakwa kembali mengatakan”nanti datangnya jam 10.00 Wib ya”, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “gak mau om wan, Om wan mau apain saya lagi ?” sehingga terdakwa menjawab “Adalah, pergi aja dulu”. Dan pada Hari minggu anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak mau datang kerumah terdakwa karena anak korban Aisyah Aqilah Yahya merasa takut.

Bahwa Pada hari Jumat tanggal 28 November 2025 Sekira Pukul 17.00 Wib anak korban Aisyah Aqilah Yahya pergi ke rumah sdri. QIFA yang merupakan anak terdakwa untuk bermain, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya masuk kedalam rumah terdakwa dan saat itu anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. QIFA masih tidur dikamar dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertemu dengan terdakwa, selanjutnya terdakwa mengajak anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk ke belakang lemari dapur. Sesampainya dibelakang lemari dapur anak korban Aisyah Aqilah Yahya hendak mau kabur, dan terdakwa menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan “Jangan Om wan gak boleh kayak gitu” dan terdakwa langsung mencium pipi dan bibir anak korban Aisyah Aqilah Yahya, sambil memeluk tubuh anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dikarenakan anak korban Aisyah Aqilah Yahya ketakutan sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak berani teriak. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya dibawa oleh terdakwa ke kamar mandi secara paksa. Pada saat didalam kamar mandi, terdakwa mengunci pintu kamar mandi dan terdakwa langsung membukakan semua baju yang anak korban Aisyah Aqilah Yahya pakai. Selanjutnya terdakwa membuka baju dan celana yang terdakwa dipakai. Selanjutnya dengan posisi terdakwa duduk dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya berdiri, terdakwa langsung memasukan burungnya (kemaluan) ke dalam kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, setelah 5 menit burung (kemaluan) berada dikemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya lalu terdakwa mengeluarkan burung (kemaluan) terdakwa dari kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dan terdakwa mengeluarkan air sperma diatas kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya serta terdakwa menanyakan kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya “Aisyah tau ga ini apa ?” sambil menunjukan air spermanya dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “gak tau” serta terdakwa menjelaskan bahwa itu adalah air Mani. Selanjutnya terdakwa kembali mencium bibir dan menghisap payudara anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan tidak lama kemudian terdakwa menyudahi sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya kembali memakai bajunya dan terdakwa membukakan pintu kamar mandi sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya keluar dan lari menuju kamar sdri. QIFA. Sesampainya dikamar sdri. QIFA anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. Qifa sedang bermain hp. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya langsung menuju kearah sdri. QIFA dan mengatakan “ Qifa saya dientotin sama ayah kamu“ dan sdri. QIFA menjawab “iya ayah saya memang seperti itu, kalau ayah saya sering seperti itu sama kamu, kamu penjarain aja“ sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertanya lagi kepada sdri. QIFA dengan perkataan “eehh siapa aja yang pernah di ngentotin sama om wan “ yang membuat anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertanya karna anak korban Aisyah Aqilah Yahya penasaran”, lalu sdri. Qifa menjawab “yang pernah dientotin tu ada 6 orang, yang pertama kamu, kedua Kak Putri (Kakak Kandung Aisyah), ketiga Nur Aisyah(Teman Qifa), keempat kak Mutia, kelima kak Keisya (Kakak Kandung Qifa) dan yang terakhir saya”, sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “oh gitu berarti bukan cuma saya yang pernah digituin “ dan kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya pulang kerumah. Berselang 1 (satu) minggu anak korban Aisyah Aqilah Yahya menceritakan kepada ibu kandungnya bahwa anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan kak putri pernah diperkosa oleh terdakwa Ridwan Bin Hamdan

Berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : R/573/XII/Kes.3.1/ 2025/ Rs. Bhy tanggal 07 Desember 2025 yang ditandatangani oleh dr. Rina Sabrina yaitu dokter pemeriksa pada Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh . Akibat dari perbuatan terdakwa tersebut diatas, anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengalami luka robek dan sesuai hasil pemeriksaan yaitu 

Hasil Pemeriksaan         :

    1. Pasien datang ke IGD dengan didampingi petugas kepolisian dan ibu kandung, pasien mengaku telah diajak berhubungan badan oleh om wan dikamar mandi rumah pelaku ini terjadi sejak pasien kelas tiga SD saat pasien bermain bersama anak pelaku terakhir terjadi pada tanggal dua puluh dealapn November dua ribu dua puluh lima. Sering terjadi jam lima sore dikamar mandi atau dibelakang lemari. Pelaku memasukkan burungnya didalam kemaluan dalam posisi tidur terlentang (menurut pengakuan pasien)  
    2. Korban datang dalam keadaan umum baik, kondisi sadar dan kooperatif .
    3. Tanda tanda vital :

Tekanan darah -, frekwensi nadi delapan puluh kali permenit, frekwensi nafas dua puluh permenit, suhu tiga puluh enam derajat Celsius.

    1. Pada pemeriksaan fisik korban didapatkan hasil sebagai berikut :
      1. Kepala / leher  : tidak ditemukan kelainan
      2. Wajah  : tidak ditemukan kelainan
      3. Badan  : tidak ditemukan kelainan
      4. Perut    : tidak ditemukan kelainan
      5. Anggota gerak : tidak ditemukan kelainan
      6. Alat kelamin /genetalia: Payudara baru tumbuh. Kemaluan : rambut kemaluan belum tumbuh,  terdapat luka robek diselaput dara arah jarum jam 1, 2, 3, 6, 8, 11,  perlukaan lama. Anus : kekuatan otot pelepasan ketat

Kesimpulan :

Pada pemeriksaan terhadap korban perempuan yang berusia sepeluh tahun ini . Dari hasil pemeriksaan dijumpai luka robek di selapaut dara,  perlukaan lama, pasien membutuhkan Bimbingan Psikolog anak

--------- Perbuatan terdakwa Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 50 Qanun Aceh Nomor 12 tahun 2025 tentang perubahan atas Qanun Aceh No 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat --------------------------------

Subsidair  

--------- Bahwa terdakwa Ridwan Bin Hamdan pada hari dan tanggal yang tidak dapat diingat lagi dalam tahun 2024 sampai dengan bulan November tahun 2025 bertempat di rumah yang beralamat di Dusun Belimbing Gampong Pie Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, atau pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh , maka Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh berwenang mengadili, “ yang dengan sengaja melakukan pelecehan seksual terhadap anak korban Aisyah Aqilah Yahya yang masih berumur 10 tahun (sesuai Kartu Keluarga No 1171032002084580). Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut  :

Bahwa pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat diingat kembali pada tahun 2024 anak korban Aisyah Aqilah Yahya datang kerumah terdakwa Ridwan Bin Hamdan yang beralamatkan Dusun Belimbing Gampong Pie Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, untuk bermain dengan sdri.Qifa yang merupakan anak terdakwa, sesampai dirumah terdakwa,  anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. Qifa tidak berada dirumah dan terdakwa muncul dari ruang tamu rumahnya dan langsung menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya berusaha untuk menghindar namun terdakwa menahan tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya serta menariknya kekamar tidur sdri. Keisya yang merupakan anak terdakwa. Pada saat didalam kamar tersebut terdakwa membuka baju dan celana yang dipakai anak korban Aisyah Aqilah Yahya kemudian terdakwa mencium bibir dan pipi anak korban Aisyah Aqilah Yahya sambil terdakwa membuka baju dan celana yang dipakai terdakwa, kemudian terdakwa menggendong anak korban Aisyah Aqilah Yahya kearah tempat tidur, pada saat anak korban Aisyah Aqilah Yahya berada diatas tempat tidur , terdakwa menyuruh anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk memegang Burungnya (kemaluan), akan tetapi anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak mau dan terdakwa mengatakan “Ya, sudah tidak apa apa”. Selanjutnya terdakwa kembali memeluk dan mencium anak korban Aisyah Aqilah Yahya sambil terdakwa menggesek gesek diatas kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Kemudian terdakwa mengambil handphone milik terdakwa dan mengambil photo kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Setelah terdakwa mengambil photo kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan memperlihatkan photo tersebut kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan membuat anak korban Aisyah Aqilah Yahya takut dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya memakai baju dan celananya dan kemudian pergi dari rumah terdakwa

Bahwa Pada hari, tanggal, bulan, yang tidak diingat lagi pada tahun 2025 pada pukul 17.00 wib anak korban Aisyah Aqilah Yahya bermain kerumah teman sdri. QIFA. Pada saat itu anak korban Aisyah Aqilah Yahya bermain dikamarnya sdri. QIFA. Pada saat semuanya sedang bermain HP, terdakwa memanggil anak korban Aisyah Aqilah Yahya dengan mengatakan “sini bentar” kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan “gak mau”. Kmeudian terdakwa kembali memanggil anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan kepada sdri. QIFA “kawanin bentar,saya dipanggil ayah kamu”, kemudian sdri. QIFA memenemani anak korban Aisyah Aqilah Yahya ke belakang. Sesampainya dibelakang terdakwa mengatakan kepada sdri. QIFA dengan perkataan “Qifa kamu sana dulu” selanjutnya sdri. QIFA berjalan menuju ke kamarnya. Kemudian terdakwa menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk dekat dengan terdakwa. Kemudian terdakwa mengatakan kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya dengan perkataan “nanti hari Minggu kita Ngentot lagi ya” sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab ”Gak mau” dan terdakwa kembali mengatakan”nanti datangnya jam 10.00 Wib ya”, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “gak mau om wan, Om wan mau apain saya lagi ?” sehingga terdakwa menjawab “Adalah, pergi aja dulu”. Dan pada Hari minggu anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak mau datang kerumah terdakwa karena anak korban Aisyah Aqilah Yahya merasa takut.

Bahwa Pada hari Jumat tanggal 28 November 2025 Sekira Pukul 17.00 Wib anak korban Aisyah Aqilah Yahya pergi ke rumah sdri. QIFA yang merupakan anak terdakwa untuk bermain, kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya masuk kedalam rumah terdakwa dan saat itu anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. QIFA masih tidur dikamar dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertemu dengan terdakwa, selanjutnya terdakwa mengajak anak korban Aisyah Aqilah Yahya untuk ke belakang lemari dapur. Sesampainya dibelakang lemari dapur anak korban Aisyah Aqilah Yahya hendak mau kabur, dan terdakwa menarik tangan anak korban Aisyah Aqilah Yahya. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya mengatakan “Jangan Om wan Gak boleh kayak gitu” dan terdakwa langsung mencium pipi dan bibir anak korban Aisyah Aqilah Yahya, sambil memeluk tubuh anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dikarenakan anak korban Aisyah Aqilah Yahya ketakutan sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya tidak berani teriak. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya dibawa oleh terdakwa ke kamar mandi secara paksa. Pada saat didalam kamar mandi, terdakwa mengunci pintu kamar mandi dan terdakwa langsung membukakan semua baju yang anak korban Aisyah Aqilah Yahya pakai. Selanjutnya terdakwa membuka baju dan celana yang terdakwa dipakai. Selanjutnya dengan posisi terdakwa duduk dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya berdiri, terdakwa langsung memasukan burungnya (kemaluan) ke dalam kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, setelah 5 menit burung (kemaluan) berada dikemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya lalu terdakwa mengeluarkan burung (kemaluan) terdakwa dari kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya, dan terdakwa mengeluarkan air sperma diatas kemaluan anak korban Aisyah Aqilah Yahya serta terdakwa menanyakan kepada anak korban Aisyah Aqilah Yahya “Aisyah tau ga ini apa ?” sambil menunjukan air spermanya dan anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “gak tau” serta terdakwa menjelaskan bahwa itu adalah air Mani. Selanjutnya terdakwa kembali mencium bibir dan menghisap payudara anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan tidak lama kemudian terdakwa menyudahi sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya kembali memakai bajunya dan terdakwa membukakan pintu kamar mandi sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya keluar dan lari menuju kamar sdri. QIFA. Sesampainya dikamar sdri. QIFA anak korban Aisyah Aqilah Yahya melihat sdri. Qifa sedang bermain hp. Kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya langsung menuju kearah sdri. QIFA dan mengatakan “ Qifa saya dientotin sama ayah kamu“ dan sdri. QIFA menjawab “iya ayah saya memang seperti itu, kalau ayah saya sering seperti itu sama kamu, kamu penjarain aja“ sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertanya lagi kepada sdri. QIFA dengan perkataan “eehh siapa aja yang pernah di ngentotin sama om wan “ yang membuat anak korban Aisyah Aqilah Yahya bertanya karna anak korban Aisyah Aqilah Yahya penasaran”, lalu sdri. Qifa menjawab “yang pernah dientotin tu ada 6 orang, yang pertama kamu, kedua Kak Putri (Kakak Kandung Aisyah), ketiga Nur Aisyah(Teman Qifa), keempat kak Mutia, kelima kak Keisya (Kakak Kandung Qifa) dan yang terakhir saya”, sehingga anak korban Aisyah Aqilah Yahya menjawab “oh gitu berarti bukan cuma saya yang pernah digituin “ dan kemudian anak korban Aisyah Aqilah Yahya pulang kerumah. Berselang 1 (satu) minggu anak korban Aisyah Aqilah Yahya menceritakan kepada ibu kandungnya bahwa anak korban Aisyah Aqilah Yahya dan kak putri pernah diperkosa oleh terdakwa Ridwan Bin Hamdan

--------- Perbuatan terdakwa Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 47 Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat ------------------------------

Pihak Dipublikasikan Ya